delivering goodnews
#SetiapPramukaAdalahPewarta

Festival Rancang Bangun Kwarda Jabar 2019: Asah Kemampuan Scouting Skill Anggota Pramuka

Bandung – Semaphore, morse, sandi, tali-temali, dan lain- lain merupakan materi teknik kepramukaan dasar atau scouting Skill yang menjadi bagian dari sistem pendidikan kepramukaan.

Seperti yang dilaksanakan Kwarda Jawa Barat dengan menggelar Festival Rancang Bangun 2019, tujuannya dapat memberikan bekal kemampuan dan peningkatan keterampilan sumber daya manusia setiap anggota Pramuka.

“Targetnya kali ini adalah anggota pramuka penggalang, selain menambah wawasan tentang scouting skill mereka, festival ini sekaligus menjadi ajang mempererat persatuan antar anggota pramuka khususnya di Jawa Barat,” ujar Andalan Bina Muda Kwarda Jawa Barat Dady B Santosa di sela kegiatan Festival Rancang Bangun Kwarda Jabar 2019, Kiara Artha Park Bandung, Sabtu (2/ 11/ 2019).

Dekatkan pramuka ke kaum muda

Selain rancang bangun dalam festival yang diikuti sekitar 12 Kwartir Cabang se-Jabar tersebut para peserta mengikuti pula lomba yel-yel dan vlog.

“Target lainnya adalah bagaimana kegiatan ini bisa menjadi flat  form dan bisa dilanjutkan di Kwarcab masing-masing,” lanjut Kak Dady yang berharap ke depannya Kwarda Jawa Barat bisa menjadi tuan rumah kegiatan Kemah Budaya Nasional.

Sebelumnya rencana kegiatan akan digelar di bumi perkemahan Pramuka Jabar Kiara Payung. Namun dalam rangka memasyarakatkan pramuka, maka lokasi kegiatan dipindahkan ke Kiara Artha Park.

“Kenapa kita pilih lokasi kegiatan di taman rekreasi keluarga, agar pramuka bisa lebih dikenal masyarakat sebagai kegiatan positif kaum muda,” ucap Bidang Sarana Kwarda Jabar, Agus Eka.

Pada lomba ini tiap peserta membuat rancang bangun pioneering dari beberapa model rancang bangun yang sudah disiapkan panitia.

“Tiap peserta memilih model rancang bangun yang sudah disiapkan panitia dan mereka harus menyelesaikan pengerjaannya kurang lebih selama dua jam.” jelas kak Agus.

Memaksimalkan kemampuan pioneering

Dalam festival rancang bangun ini, Kwarcab Kota Bandung ikut mengirimkan perwakilannya. Mereka telah mempersiapkan diri lebih kurang 3 minggu berturut-turut.

“Untuk pioneering tim Kota Bandung telah mempersiapkan diri lebih kurang tiga minggu lamanya. Karena kegiatan ini sifatnya hanya festival, maka kami tidak menargetkan juara,” ujar Andalan Bina Muda Kwarcab Kota Bandung, M Ridwan Hadiputra.

Walaupun sebatas festival, menurut Kak Ridwan, baik regu putra maupun regu putri Kota Bandung tetap belajar bagaimana memaksimalkan kemampuan pioneering mereka.

“Karena ini bentuknya festival, kita ikut meramaikan saja dan tidak ada target juara. Namun tetap kita harus memaksimalkan kemampuan pioneringnya selain yel-yel dan membuat vlog,” lanjut Kak Ridwan.

Sumber: Benny K/ Roni SF/ Scout.ID/BSN

you're currently offline