delivering goodnews
#SetiapPramukaAdalahPewarta

Kak Hetty: Saya Beruntung, Terlahir dari Keluarga Pramuka

Hetty Kustiyah, S.Pd, penyuka travelling dan pramuka ini akrab disapa Kak Hetty. Ia dilahirkan di Banjanegara, 15 April 1978. Tepat 41 tahun silam, dilahirkan dari pasangan yang tak hanya aktif di pramuka, namun sudah melekat pula jiwa kepramukaannya.

Hetty kecil sampai dewasa

Kak Hetty, anak pertama dari dua bersaudara ini terbiasa dengan kedisiplinan yang ditanamkan dari keluarga sejak kecil. Karena terbiasa dengan didikan dari kedua orangtua yang memiliki profesi yang sama sebagai guru dan aktivis pramuka.

Hal ini membuat kepribadiannya menjadi terbentuk, lebih siap dalam menghadapi kehidupan, kuat akan tempaan dan berbagai permasalahan yang terjadi. Sehingga, ia menjadi sosok yang kuat dan tangguh. Semua ini berkat didikan dan kasih sayang kedua orangtua, terutama ketegasan sang ayah.

Pramuka sangat mendarah daging dalam dirinya, karena sang ayah yang memiliki dasar dan jiwa pramuka yang kuat, menerapkan kedisiplinan kepada semua anak-anaknya. Ayah yang memiliki kepribadian dan berkharisma itu bernama Kuswandi. Beliau merupakan aktivis Pramuka di Kwarcab Banjanegara.

Selain itu, Kak Hetty juga memiliki ibu yang memiliki dasar dan jiwa pramuka yang sama kuatnya dengan sang ayah. Selain berprofesi menjadi seorang guru, ibunya adalah aktivis pramuka di Kwaran Sigaluh sebagai Anran golongan siaga.

Meskipun ia harus menerima kenyataan pahit, tahun 2006 sang ayah meninggal dunia. Tidak hanya itu, sang ibu pensiun sebagai guru pada tahun 2012. Namun, ia bertekad untuk terus semangat dan menanamkan nilai-nilai baik dalam kehidupannya, sebagaimana yang telah diajarkan sang ayah yang memiliki jiwa kepramukaan yang sangat melekat.

Pramuka menjadi andalan cara pembentukkan karakter

Saat ini, ia dianugerahi empat orang anak, dua laki-laki dan dua perempuan. Jiwa pramuka yang melekat dalam dirinya, ia tanamkan pula kepada anak-anaknya. Anak pertamanya pun diarahkan ke pramuka di sekolahnya, saat ini menginjak kelas 8 sudah tingkat Penggalang Garuda. Anak pertamanya menjadi utusan sekolah untuk mengikuti Jambore Daerah Jawa Tengah di Blora pada Agustus lalu.

Ibu empat anak ini menerapkan didikan yang didapatkannya dulu kepada anak-anaknya. Karena pramuka menjadi andalan sebagai cara pembentukkan karakter. Sehingga, pramuka sudah menjadi bagian dari dirinya dan keluarganya.

Kak Hetty sangat beruntung dan bersyukur karena terlahir dari keluarga pramuka, karena seseorang akan berubah menjadi baik saat bisa mengamalkan Satya dan Dharma pramuka dengan sebenar-benarnya.

Kiprah pendidikan dan kepramukaan dari masa ke masa

Kak Hetty ialah wanita yang sangat mengagumi sosok Rasulullah SAW. Ia menjadikannya tauladan dalam setiap kehidupannya, sehingga mendorong ia untuk terus belajar baik dalam ilmu umum maupun keislamannya. Ia memiliki motto dalam hidupnya, mengutip dari Socrates, bahwa orang yang bijaksana adalah orang yang tahu bahwa dirinya benar-benar tidak tahu.

Kak Hetty memulai pembelajaran formal di TK Tunas Harapan Desa Sigaluh puluhan tahun yang lalu, kemudian belajar di SDN Sigaluh menjadi dokter cilik. Tidak hanya itu, ia pun sudah aktif mengikuti kegiatan kepramukaan, saat itu ia mengikuti Jambore Ranting sejak kelas 5 dan 6 SD, tahun 1989 – 1990.

Setelah lulus SD, ia melanjutkan ke SMP Negeri 1 Banjanegara dan melanjutkan kiprah kepramukaannya menjadi peserta Jamnas tahun 1991. Selain itu, yang membuat ia bangga ialah menjadi anggota regu inti penggalang SMP Negeri 1 Banjanegara. Di SMP, ia sampai tingkatan penggalang terap. Kiprahnya dalam kepramukaan masih terus berlanjut.

Saat menginjak jenjang SMA, ia menjadi anggota Ambalan Tri Buana Tungga Dewi Pangkalan SMA N 1 Banjarnegara tahun 1993. Pada tahun 1994-1996, ia menjadi Dewan Ambalan, sebagai Juru Uang. Kepramukaannya di SMA sampai pada tingkatan Penegak Laksana.

Pada 1996, ia masuk IKIP Negeri Semarang yang saat ini dikenal sebagai Universitas Negeri Semarang, mengambik jurusan Pendidikan Fisika dan menjadi anggota Racana Wijaya.

Jejak prestasi Kak Hetty

peserta jamnas
Dokumentasi Jamnas 1991 (Foto: Kak Hetty)

Kak Hetty, memiliki kebanggaan tersendiri karena dapat mengikuti kegiatan-kegiatan penting kepramukaan. Pada 1991, ia mewakili sekolahnya untuk mengikuti Jambore Nasional.

Kak Hetty sudah memiliki gelar KMD dan KML. Ia mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) tahun 2007 dan mengikuti Kursus Mahir Lanjutan (KML) pada tahun 2016.

KMD diperuntukkan bagi para Pembina Gugusdepan atau calon pembina Gugusdepan, anggota mabi, andalan kwartir, dan orang dewasa lainnya yang telah atau pernah menjadi anggota pramuka, baik siaga, penggalang maupun penegak/pandega dan memiliki kemauan untuk menjadi seorang pembina pramuka.

foto pelantikan penggalang garuda
Pelantikan Penggalang Garuda Gudep 07-201/07-202 Pangkalan SMPN 1 Sigaluh (Foto: Kak Hetty)
foto bersama guru pembina
Foto Bersama Guru Pembina SMPN 1 Sigaluh (Foto: Kak Hetty)

Saat ini, ia mengabdi sebagai guru di SMPN 1 Sigaluh dan menjadi pembina pramuka dan berhasil mengantarkan 11 peserta didik menjadi Pramuka Garuda di Gudep 07-201/07-202 Pangkalan SMPN 1 Sigaluh untuk yang pertama kali.

foto peserta kpn 2018
Peserta KPN 2018 (Foto: Kak Hetty)

Pada Tahun 2018, Kak Hetty mengikuti Karang Pamitran Nasional (KPN) di Lebak Harjo, Malang. KPN merupakan kegiatan pertemuan besar pembina pramuka se Indonesia. Tak hanya itu, tahun 2019 ia menjadi Bindamping Jambore Daerah Jawa Tengah di Blora.