Bandung – Sesuai perkembanganya, media sosial telah membawa pengaruh terhadap setiap penggunanya, bukan hanya pada level individu, namun juga pada level lembaga pemerintah, dunia usaha, serta dunia pendidikan.

Untuk mengimplementasikan secara langsung nilai nilai yang ada didalam program Gerakan Nasional Revolusi Mental melalui penggunaan media sosial yang baik, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyelenggarakan Gathering Positif Bermedia Sosial di beberapa kota di Indonesia.

“Dalam satu bulan terakhir ini kita ketahui bahwa bagaimana efek media sosial mempunyai peranan yang sangat  besar didalam perhelatan nasional yaitu Pemilu Pilpres dan Pileg. Bagaimana peran media sosial dalam menggiring opini masyarakat, Bagaimana peran media sosial dapat mempersatukan dan memperlemahkan masyarakat dengan konten yang negatif, dengan konten penuh hoaks ”ujar Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida pada pembukaan Gathering “Positif Bermedia Sosial” di Hotel De Paviljoen, Jln. R.E. Martadinata 68 Bandung, Rabu (24/4/2019).

Baca  Pramuka Kwarran Kiaracondong Ikut Gatur di Perlintasa Kereta Api

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah perwakilan Pramuka,Paskibraka, Duta Genre, Pandu Digital, Relawan TIK, Admin Medsos K/L,Netizen, Komunitas Vlogger, Youtuber, dan sejumlah undangan lainnya.

Menurut Nyoman, sesuai data statistik jumlah pengguna media sosial di Indonesia sekitar 150 juta orang, dan 16,4 juta berada di Jawa Barat khusus di Kota Bandung merupakan pengguna facebook terbesar se Jawa Barat, selanjutnya ada kota Bekasi dan Bogor.

“Kenapa Bandung yang dipilih karena Kota ini sudah mengadopsi penggunaan teknologi digital dan teknologi informasi didalam upaya pelayanan kepada masyarakat diantaranya desa digital dan pelayanan kesehatan yang berbasis teknologi informasi,”ucap Nyoman.

Karena hal tersebut Kemenko  PMK mengambil  inisiatif untuk mengajak rekan rekan milenial yang berkecimpung di  bidang media sosial seperti dari Pramuka, Paskibraka, dan Komunitas lain, yang bisa menularkan cara berkomunikasi dan menggunakan media sosial yang positif.

Baca  1 Tahun Museum Gedung Sate: Promosikan Museum Lewat Medsos

“Kami yakin kawan kawan ini juga bisa menjadi agen-agen yang bias menularkan cara berkomunikasi yang lebih baik dan bisa menyuarakan nilai nilai revolusi mental sesuai dengan arahan Bapak Presiden RI” lanjut Nyoman.

Sebelumnya kegiatan yang sama telah di laksanakan di Kota Jakarta dan setelah Bandung akan berlanjut ke beberapa kota lainnya di Indonesia.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekda) Jabar, Iwa Kartiwa, dalam sambutanya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini, Ia menyampaikan pemerintah Jawa Barat telah menghadirkan Jabar Saber Hoaks yang diharapkan dapat menjawab keresahan masyarakat di era digital terhadap maraknya penyebaran berita bohong yang meresahkan.

“Kami berharap generasi muda bisa turut serta proaktif dan konsisten dalam menyebarkan konten-konten positif dan  membangun melalui media sosial. Dan diharapkan dapat mengurangi suburnya penyebaran berita bohong, karena musuh terbesar kita hari ini di era digital adalah mereka yang merproduksi hoax digital dan meresahkan masyarakat” Harap Iwa.

Baca  SMP AL-Hasan Coba Lestarikan dan Kembangkan Budaya Sunda di Sekolah

Acara sehari ini diisi pula dengan pemaparan tentang substansi Aksi Nyata Revolusi Mental dari Ahmad Rumadi, Perwakilan Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental; materi tentang konten-konten positif yang dapat menjadi viral oleh Valdryno, perwakilan Facebook; serta praktik positif bermedia sosial yang berlokasi di Gedung Sate Bandung.

Sumber : Benny K/ Roni SF/Scout.ID/BSN