delivering goodnews
every scout is a reporter

Pilih Masker yang Tepat untuk Mengatasi Gangguan Polusi Udara

Masker anti-polusi dijadikan alternatif untuk menjaga kesehatan. Memang cukup sulit mengantisipasi polusi udara. Terlebih, hiruk-pikuknya Ibu Kota Jakarta semakin memperpanjang catatan penyebab polusi.

Laporan Global Health Observatory (GHO) memproyeksikan bahwa 25 persen kematian akibat kanker paru-paru. Itu persen dari kematian akibat COPD (penyakit paru obstruktif kronik). sekitar 15 persen  penyakit jantung dan stroke iskemik.

Ragam spesifikasi masker anti-polusi

Sebenarnya masker yang sering diberikan oleh para pengemudi ojek online tidak efektif untuk menyaring polusi. Ada sejumlah masker anti polusi yang tersedia di pasar. Berikut ini cara tepat yang akan membantu sobat pramuka memilih masker anti polusi dari laman Airveda.

1. Kenali masker anti-polusi

Sebagian besar bahan partikulat halus non-minyak, masker N-95 dan N-99 adalah pilihan terbaik. Masker dengan peringkat N-95 dapat memfilter hingga 95 persen dari partikel halus polusi dengan angka PM 2.5 dan masker dengan peringkat N-99 dapat memfilter hingga 99 persen dari PM 2.5. Daerah dengan tingkat konsentrasi PM 2.5 yang sangat tinggi, dan masker N-100, yang bekerja dengan efisiensi 99,97 persen mungkin disarankan.

Anda yang tinggal di kota atau area dengan konsentrasi PM 2.5 berbasis minyak yang tinggi, misalnya di dekat kawasan industri, N-masker tidak akan berfungsi. Anda harus menggunakan P-95 atau mitranya untuk keperluan industri (R-95. Keduanya dapat menyaring polutan berbasis minyak dan minyak asli. Ini lebih mahal dan harus sering diganti (biasanya setelah 40 jam).

2. Jenis masker anti-polusi

Masker tersedia dalam dua jenis. Ada masker sekali pakai, ada juga yang dapat digunakan kembali. Masker Vogmask dan Cambridge dapat digunakan berulang kali dan dibersihkan dengan kain basah. Masker sekali pakai, Honeywell dan seperti 3M, harus diganti setelah sekali pakai.

Ingat, masker yang dirancang untuk penggunaan jangka panjang harus dibersihkan. Masker jenis ini harus disimpan dengan benar saat tidak digunakan. Masker dapat terinfeksi oleh patogen, terutama setelah diseka dengan kain lembap, jika tidak dibersihkan dengan benar.

Penyimpanan yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan klip hidung. Penyimpanan masker yang salah juga dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri dan jamur. Sementara pita elastisnya yang menahan masker dapat kehilangan elastisitasnya dengan penggunaan yang lama, hal itu menyebabkan segel masker wajah yang tidak tepat.

3. Ukuran masker anti-polusi

Selain jenis masker yang tepat, memilih ukuran yang tepat juga penting. Masker harus pas dengan erat di wajah Anda, tidak meninggalkan celah di sisi dari mana partikel dapat menembus melalui topeng Anda. Ingat polutan ini 50 kali lebih tipis dari rambut Anda.

Masker bedah yang dijual di banyak outlet apotek, bahkan yang termasuk filter karbon, tidak dapat bekerja untuk partikel halus polusi dengan angka PM 10 dan PM 2.5.

Polusi udara menyebabkan penyakit akut dan kronis

Viva.co.id memberitakan (29/7/2019), polusi udara di DKI Jakarta tercatat paling buruk. Polusi udara tersebut dihasilkan oleh banyak hal mulai dari kendaraan umum, kendaraan pribadi, hingga asap rokok.

Polusi udara terbentuk dari campuran debu, bahan kimia, partikel halus (PM) dan polutan sekunder seperti ozon di permukaan tanah. Partikel halus dari polusi udara itu dikaitkan dengan sejumlah penyakit akut dan kronis pada sistem pernapasan, kardiovaskular, dan sistem kekebalan tubuh.