delivering goodnews
#SetiapPramukaAdalahPewarta

Selain Menjadi Kegiatan Menarik Bagi Siswa, Pramuka Menjadi Ekuivalensi Tugas Tambahan Bagi Guru

Banda Aceh – Dinas Pendidikan Aceh melalui Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) melaksanakan Pra Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi guru SMK se-Aceh. Kegiatan ini diikuti 80 orang peserta, diselenggarakan di Hotel Oasis Banda Aceh, Jum’at malam (08/11/2019).

“Kegiatan pramuka harus mempunyai tujuan dan aturan, jadi bukan kegiatan yang hanya bersifat hiburan saja. Fungsi utama Pramuka bagi generasi muda adalah sebagai alat bagi masyarakat dan organisasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dalam mencapai tujuan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kak Rachmat Fitri HD.

Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan, pramuka itu merupakan kegiatan yang sangat menarik bagi siswa bahkan di kalangan pemuda. Kegiatan menarik yang dimaksudkan adalah kegiatan yang menyenangkan dan mengandung nilai-nilai pendidikan.

Pembinaan pramuka menjadi salah satu ekuivalensi tugas tambahan

Mantan Ketua Kwartir Penggerak Pramuka Kabupaten Aceh Barat ini mengatakan, melalui Permendikbud nomor 63 tahun 2014 tentang ekstrakurikuler dan Permendikbud nomor 04 tahun 2015 tentang ekuivalensi dari setiap tugas tambahan bagi guru di setiap unit pada satuan pendidikan, salah satunya adalah pembinaan Pramuka.

“Kegiatan kepramukaan memiliki manfaat yang signifikan seperti kemandirian, kerjasama, kedisiplinan dan pembentukan karakter yang berdampak dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Pengalaman Kak Rachmat menjadi anggota pramuka mulai dari penggalang, penegak, pandega menjadi Ketua Kwarcab Aceh Barat, bahkan saat ini menjadi anggota majelis pembimbing Gerakan Pramuka Aceh, sangat memberikan berbagai kesan dan manfaat bagi dirinya. Sehingga ia bisa menjadi salah satu orang yang memiliki peranan penting baik di pramuka maupun di pemerintahan.

“Saya berharap kepada kakak-kakak pelatih pembina Pramuka Aceh mengharapkan agar memberikan semua ilmu dan pengalaman kepada peserta pelatihan ini, sehingga kelak mereka mampu mengaplikasikan kepada peserta didik di sekolah masing-masing,” pungkasnya.

Kak Hermanto: saya berharap, masyarakat merubah mindset dan cultureset

Sementara itu, Kak Hermanto SP yang mewakili ketua panitia Pra Kursus Mahir Dasar, Dra Nurhayati MM, dalam laporanya mengatakan bahwa jumlah peserta dalam kegiatan ini berjumlah 80 orang guru SMK dari 23 kabupaten/kota, kegiatan tersebut dimulai pada 08-12 November 2019 di Hotel Oasis.

“Tujuan dari pelaksanaan Pra KMD ini adalah menyampaikan dan memperluas pemahaman tentang Kepramukaan pada anggota dewasa dalam gerakan Pramuka. Selanjutnya diharapkan agar masyarakat merubah mindset dan culturesetnya, sehingga mereka mengerti dan tergerak hatinya untuk membantu secara aktif gerakan Pramuka terutama dilingkungan satuan pendidikan,” pungkas Kak Hermanto.