Jember – Untuk ke tujuhbelas kalinya penyelenggaraan Napak Tilas Letkol. Moch. Sroedji (Nalasud) ke XVII 2019 dilaksanakan. Kegiatan yang di inisiasi Racana Damarwulan-Srikandi Gerakan Pramuka Universitas Jember Jawa Timur tersebut ditujukan  untuk  menumbuhkan jiwa patriotisme dan cinta tanah air serta pemahaman potensi-potensi bangsa khususnya bagi kaum muda.

“Awalnya kegiatan ini hanya untuk anggota pramuka Unej saja sebagai tanda kelulusan. Namun sejak pertama kali di gelar 2014 hingga 2016. Alhamdulillah minat para peserta dari luar Unej terus meningkat dari tahun ke tahun,”ujar panitia sie acara Dewi Fatimah, Selasa (9/7/2019).

Napak Tilas Letkol Moch. Sroedji XVII bertajuk ”Penghayatan dan Pengamalan Nilai Pancasila dalam Membangkitkan Semangat Perjuangan di Era Milenial” yang akan dilaksanakan dari 26-31 Agustus 2019 tersebut diikuti sejumlah anggota Gerakan Pramuka, organisasi kepemudaan dan umum. Rencananya para peserta akan mulai berangkat dari halaman kampus Universitas Jember menapaki dan menelusuri petilasan atau jejak langkah rute gerilya Brigade III Damarwulan Letkol Moch. Sroedji dan pahlawan Gerilya Jember lainnya menuju Desa Manggisan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember – Desa Darungan – Desa Badean – Desa Tugusari – Desa Bangsalsari – Desa Karangsono – Desa Curahlele – Desa Karangduren – Desa Tutul – Desa Tamansari – Desa Lojejer – Desa Sumberejo – Desa Andongsari – Desa Pontang – Desa Sidodadi – Desa Jatisari – Desa Tempurejo – Desa Lampeji – Desa Karang Kedawung Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember  yang kesemuanya berjarak ±120 km.

Peserta sendiri akan dibagi ke dalam beberapa kompi dengan sistem random atau acak yang dipimpin seorang komandan kompi sebagai fasilitator peserta. Pada kegiatan ini, peserta juga melalui berbagai kegiatan yang merupakan syarat untuk mendapatkan brevet Nalasud kegiatan.

“Saat ini kami masih mempersiapkan teknis perkegiatan dan juga melakukan survei lokasi. Untuk partisipasi dari pihak Kwarda Jatim masih belum ada,”lanjut Dewi yang tahun ini lebih menargetkan pada kualitas kegiatan.  

Sumber: Dewi Fatimah/ Pramuka Unej / Benny K/Scout.ID/BSN