delivering goodnews
#SetiapPramukaAdalahPewarta

Uji Kelayakan Pramuka Garuda Kwarran Sumbang

Banyumas – Kwarran Sumbang menyelenggarakan uji kelayakan Pramuka Garuda yang diikuti sebanyak 43 pramuka penggalang. Kegiatan ini bertempat di Halaman Sanggar Bakti Pramuka Sumbang, pada Sabtu (30/11/2019).

“43 calon Pramuka Garuda tersebut diuji oleh 9 penguji dari pengurus Kwarran Sumbang. Untuk mencapai tingkatan tertinggi sebagai anggota pramuka, yaitu Pramuka Garuda tidaklah mudah. Karena seorang anggota pramuka sudah harus memenuhi beberapa persyaratan untuk mencapai tingkat paling atas di golongannya itu,” kata Ketua Kwarran Sumbang, Kak Agus Supriyono.

Uji kelayakan pramuka garuda

Uji kelayakan untuk menentukan lulus tidaknya menjadi pramuka garuda, harus melalui berbagai rangkaian ujian yang tidak mudah. Sehingga, sangat sedikit sekali peserta yang bisa mencapai tingkatan tertinggi ini.

“Mereka disini diuji ulang, karena mereka telah melalui proses di pangkalan atau gugus depan (Gudep) Pramuka bersangkutan, maka untuk mencapai Pramuka Garuda, pihak pengujinya adalah pelatih yang ditunjuk Kwarcab untuk melakukan pengujian dan wawancara,” lanjutnya.

Kak Agus menambahkan pelaksanaan pengujian Garuda Penggalang dibagi dalam lima bidang yaitu Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), Hasta Karya, surat keterangan berkepribadian baik, serta kemampuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Proses penilaian agar dilaksanakan secara benar sesuai prosedur dan berharap anak-didik untuk bisa mengikuti dengan serius, sungguh-sungguh, semangat dan jangan takut atau tegang,” ujarnya.

Target 4000 pramuka garuda

Sementara itu, Sekretaris Bidang Bina Muda Kwarcab Banyumas, Handoko mengatakan kegiatan ini merupakan pengejawantahan dari target kwarda untuk bisa mencetak pramuka garuda sebanyak mungkin di Jawa Tengah. Karena, Kwarcab Banyumas merupakan Kwarcab tergiat di Jawa Tengah, sehingga mentargetkan untuk tahun ini sebanyak 4000 pramuka Garuda.

“Walau targetnya cukup banyak namun diharapkan dalam penilaian tidak asal-asalan, tapi juga jangan terlalu keras sehingga anak didik takut, kalaupun ada kekurangan sedikit adik-adik di berikan kesempatan ataupun remidial dalam waktu yang disepakati,” katanya.

Salah satu peserta, Riris dari MTs Negeri 3 Banyumas mengaku sangat senang dan bangga karena bisa mengikuti ujian Pramuka Garuda. Meski mengaku agak berat tanggungjawabnya, namun ia siap jika nanti bisa di lantik dan dikukuhkn sebagai Pramuka Garuda.

“Tentu kami akan menjaga diri dan menjaga karakter kesehariannya agar bisa mencerminkan anak yang baik dan menjadi teladan bagi Pramuka dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

you're currently offline