Tasikmalaya – Seakan berlomba dengan peserta didik, beberapa pembina tetap hadir di lokasi perlombaan meski panitia sudah menyelenggarakan lokakarya khusus. Lokakarya ini digelar di tengah kegiatan Lomba Tingkat II (LT II) Kwarran Bojonggambir yang berlangsung di Lapang Wanda Mekar, Desa Wandasari, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini telah dibuka pada Senin (26/8/2024).
Lokakarya tersebut difasilitasi oleh berbagai satuan karya yang ada di Bojonggambir, seperti Saka Taruna Bumi, Saka Bakti Husada, dan Amal Bakti. Panitia merencanakan kegiatan ini sejak awal persiapan lomba. Tujuannya untuk mengurangi potensi gangguan dari pembina yang ikut terlibat dalam teknis perlombaan.
Pembina Masih Ingin Terlibat
Meski demikian, saat perlombaan berlangsung, kegiatan terlihat sangat padat. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap lomba. Namun, beberapa pembina masih terlihat mendampingi peserta didik, bahkan mengikuti mereka ke berbagai lokasi perlombaan.
“Kami setuju sekali dengan adanya lokakarya ini. Tujuannya untuk meminimalisir keterlibatan pembina damping dalam teknis lomba,” kata Kak Iis Aisyah.
Lebih lanjut Kak Iis menyesalkan karena beberapa tenda peserta tidak dikelola sebagaimana mesti.
“Masih ada saja pembina yang lebih dari satu orang di tenda, yang seharusnya tidak terjadi,” tambahnya.
Pelaksanaan Lokakarya
Pelaksanaan lokakarya tetap disesuaikan dengan situasi yang ada di lapangan. Panitia berupaya keras agar lomba berlangsung lancar tanpa gangguan dari pendamping. Lokakarya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pembina tentang pentingnya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkompetisi secara mandiri.
Tindakan panitia ini mencerminkan upaya keras dalam menciptakan suasana kompetisi yang adil. Fokusnya pada pengembangan peserta didik. Namun, keberhasilan upaya ini masih memerlukan kesadaran dan kerja sama dari semua pihak yang terlibat.


















