Seorang Pramuka dari Pacitan, Laitsa Ruhul Amin, mengubah belimbing wuluh menjadi sumber energi listrik. Inovasinya mengantarkan pelajar SMAN 1 Pacitan itu menyabet medali emas di Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017, Ahad (6/8/2017). Dia juga bakal berangkat ke Busan, Korsel, 12-18 Oktober mendatang.
Pramuka muda itu terlihat diam membisu di pekarangan rumahnya. Pandangan matanya tertuju pada pohon belimbing wuluh yang tumbuh tak jauh dari tempatnya berdiri.
Otaknya sedang buntu. Warga Bolosingo, Pacitan, itu sudah satu bulan pusing memikirkan inovasi apa yang akan diajukannya pada final Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2017, yang diselenggarakan di Surabaya, Sabtu-Ahad (5-6/8/2017) lalu.
Tiba-tiba, tercetuslah ide memanfaatkan belimbing wuluh sebagai bahan berinovasi. “Tidak menyangka, malah mampu membawa saya meraih medali emas,” ujar siswa kelas XI SMAN 1 Pacitan itu.
Ya, lewat belimbing wuluh itulah, Amin sukses membawa pulang medali emas pada acara tersebut. Prestasi yang membanggakan mengingat lawannya mencapai 11 ribu anggota pramuka se-Jawa Timur.
Dia pun berhak terbang ke Busan, Korsel, 12-18 Oktober mendatang, bersama 15 peraih medali emas lainnya. ‘’Minggu ini mulai mempersiapkan pengurusan paspor,’’ katanya.
Perjuangan Amin tidaklah mudah. Pada tahap awal festival, April-Mei lalu, Amin tergabung di Zona 7 Trenggalek. Dalam perlombaan cerdas cermat seputar pengetahuan umum dan kepramukaan, dirinya berhasil meraih peringkat pertama, dan berhak atas satu tiket ke final.
‘’Setelah lolos final, langsung cari inspirasi. Tetapi baru ketemu satu bulan berselang,’’ ujarnya lantas tertawa.
Pada babak final, Amin diwajibkan membuat teknologi tepat guna beserta karya tulis. Di samping itu, Amin juga diminta membuat video penjelasan seputar teknologi yang dia kreasikan, dan diunggah ke akun youtube.
Inspirasi sudah didapat, tetapi eksekusinya tidak bisa instan. Amin mengaku kerap begadang hingga pagi untuk menyelesaikan inovasi yang dia beri nama Averrhoa Bilimbi Aero Motorik itu.
Lewat tangannya, sari dari 10 buah belimbing wuluh bisa menghasilkan daya listrik sebesar 5 volt, yang bisa memutar baling – baling kipas angin. Tidak hanya itu, kreativitasnya itu juga bisa dimanfaatkan mengisi sebuah aki hingga penuh.
‘’Perjuangannya sampai harus begadang hampir setiap malam. Alhamdulillah, setelah sekian lama uji coba, akhirnya bisa mengisi satu aki penuh menggunakan 10 buah belimbing wuluh,’’ terang pengurus aktif dewan ambalan itu.
(MIZAN AHSANI, Pacitan, Jawa Pos)