Jumat, 17 April 2026
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Login
  • Register
Scout.ID
Posting
  • Warta Kita
  • Jejak Pramuka
  • Scout Face
  • Pesona Indonesia
No Result
View All Result
Scout.ID
Posting
  • Warta Kita
  • Jejak Pramuka
  • Scout Face
  • Pesona Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
Scout.ID
No Result
View All Result
Home Pesona Indonesia Faviconic

Menguak Fakta Sejarah Asal Muasal Keris yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Sindi Syafitri by Sindi Syafitri
20 November 2019
in Faviconic
1.5k
A A
keris nogo sosro asal indonesia
447
SHARES
1.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Keris, senjata dengan bentuk berlekuk ini sudah sangat familiar di Pulau Jawa. Karena keris merupakan senjata tradisional khas Pulau Jawa, terutama Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Di Yogyakarta dan Jawa Tengah, keris tidak hanya dijadikan senjata, melainkan barang yang disucikan. Keris digunakan sebagai tanda penghormatan, terutama bagi suatu kerajaan.

Keris di masyarakat

Keris dianggap sebagai benda sakti atau benda suci bagi masyarakat Jawa. Sebagian masyarakat Jawa memperlakukan keris berbeda-beda, ada yang dijadikan koleksi saja, senjata ataupun jimat.

Keris memiliki ukuran yang berbeda-beda, namun umumnya sama seperti pisau. Hanya saja, bentuk keris dibuat berliku dan memiliki nilai seni yang cukup indah.

Tosan aji dan nenek moyang

Tosan aji dan senjata tradisional lainnya menjadi khasanah budaya Indonesia, terutama setelah nenek moyang kita mengenal besi yang kemudian mengolahnya menjadi berbagai senjata tradisional.

Mengenalnya nenek moyang terhadap besi ataupun menggunakan peralatan berbahan dasar besi, dapat dilihat dari berbagai bangunan candi batu yang dibangun pada zaman sebelum abad ke-10. Pahatan-pahatan indah pada bangunan tersebut merupakan salah satu bukti bahwa bangsa Indonesia pada waktu itu telah mengenal peralatan besi yang cukup bagus.

Keris berasal dari Tosan Aji. Sudah banyak ahli kebudayaan yang membahas tentang sejarah keberadaan dan perkembangan Tosan Aji, salah satunya G.B. Gardner pada tahun 1936 pernah berteori bahwa keris adalah perkembangan bentuk dari senjata tikam zaman prasejarah, yaitu tulang ekor yang dihilangkan pangkalnya, kemudian dibalut dengan kain pada tangkainya. Sehingga senjata itu dapat digenggam dan mudah untuk dibawa.

Perkembangan bentuk

Bentuk keris yang berlekuk konon katanya merupakan pertumbuhan dari bentuk tombak yang banyak digunakan oleh bangsa-bangsa yang mendiami kepulauan antara Asia dan Australia. Dari mata lembing itulah kelak timbul jenis senjata pendek atau senjata tikam, yang kemudian dikenal dengan nama keris.

Alasan lainnya, lembing atau tombak yang tangkainya panjang tidak mudah dibawa ke mana-mana, sukar dibawa menyusup masuk hutan. Karena pada waktu itu tidak mudah orang mendapatkan bahan besi, mata tombak dilepas dan tangkainya sehingga menjadi senjata genggam.

A.J. Barnet Kempers, seorang ahli purbakala berpendapat pada tahun 1954, bentuk prototipe keris merupakan perkembangan bentuk dari senjata penusuk pada zaman perunggu.

Keris yang hulunya berbentuk patung kecil yang menggambarkan manusia dan menyatu dengan bilahnya, oleh Barnet Kempers tidak dianggap sebagai barang yang luar biasa. Katanya, senjata tikam dari kebudayaan perunggu Dongson juga berbentuk mirip itu. Hulunya merupakan patung kecil yang menggambarkan manusia sedang berdiri sambil berkacak pinggang (malangkerik, bahasa Jawa).

Sedangkan senjata tikam kuno yang pernah ditemukan di Kalimantan, pada bagian hulunya juga distilir dari bentuk orang berkacak pinggang. Perkembangan bentuk dasar senjata tikam itu dapat dibandingkan dengan perkembangan bentuk senjata di Eropa. Di Eropa, pedang juga distilir dari bentuk manusia dengan kedua tangan terentang lurus ke samping. Bentuk hulu pedang itu, setelah menyebarnya agama Kristen, dikembangkan menjadi bentuk yang serupa salib.

Kaitan dengan bentuk keris di Indonesia, hulu yang berbentuk manusia (yang distilir), ada yang berdiri, ada yang membungkuk, dan ada pula yang berjongkok. Bentuk ini serupa dengan patung megalitik yang ditemukan di Playen, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Dalam perkembangan kemudian, bentuk-bentuk itu makin distilir lagi dan kini menjadi bentuk hulu keris (di Pulau Jawa disebut deder, jejeran, atau ukiran) dengan ragam hias cecek, patra gandul, patra ageng, umpak-umpak, dan sebagainya.

Sejarah dalam budaya kita, patung atau arca orang berdiri dengan agak membungkuk oleh sebagian ahli diartikan sebagai lambang orang coati. Sedangkan patung yang menggambarkan manusia dengan sikap sedang jongkok dengan kaki ditekuk, dianggap melambangkan kela-hiran, persalinan, kesuburan, atau kehidupan.

Etika perkerisan dalam buku raffless

Tosan Aji yang dikenakan di pinggang sebelah kiri berasal dari pemberian mertua waktu pernikahan (disebut kancing gelung dalam budaya Jawa). Sedangkan keris yang dikenakan di pinggang kanan berasal dari pemberian orangtuanya sendiri. Selain itu berbagai tata cara dan etika dalam dunia perkerisan juga termuat dalam buku Raffles. Namun dalam buku yang terkenal itu, penguasa Inggris itu tidak menyebut-nyebut tentang sejarah dan asal usul budaya keris.

Topik Terkait

tari jaipong jawa barat

Tarian Tradisional Jawa Barat yang Unik, Bermakna dan Menghibur

17 Januari 2023
photo of a man sitting under the tree

Cara Mengembangkan Desa Wisata yang Berkelanjutan

28 Juni 2021
Destinasi Wisata yang Sangat Indah di Maluku

Destinasi Wisata yang Sangat Indah di Maluku

1 Oktober 2020

Wisata Papua Barat yang Sangat Asyik untuk Dikunjungi

29 September 2020
Objek Wisata yang Hits di Maluku Utara

Destinasi Wisata yang Sangat Mempesona di Madura

18 September 2020
wisata yang ada di Gorontalo

Deretan Destinasi Wisata Yang Ada di Gorontalo

16 September 2020

Sementara itu istilah ‘keris’ sudah dijumpai pada beberapa prasasti kuno di berbagai daerah. Lempengan perunggu bertulis yang ditemukan di Karangtengah, berangka tahun 748 Saka, atau 842 Masehi, menyebut-nyebut beberapa jenis sesaji untuk menetapkan Poh sebagai daerah bebas pajak.

Berbagai sesaji yang dimaksud antara lain berupa kres, wangkiul, tewek punukan, wesi penghatap. Sedangkan wangkiul adalah sejenis tombak; tewek punukan adalah senjata bermata dua, semacam dwisula.

Lestarikan budaya

Sejarah mengenai keris memang sangat beragam, karena banyak pula berbagai pendapat, dapat dilihat juga dari petunjuk-petunjuk dari prasasti-prasasti peninggalan nenek moyang. Namun setidaknya kita memiliki gambaran mengenai sejarah dari keris yang saat ini menjadi senjata pusaka Indonesia.

Sebagai generasi penerus, kita harus tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan kita, mulai dari senjata pusaka hingga kebudayaan-kebudayaan lainnya.

Sindi Syafitri

Sindi Syafitri

Mentor Muslimah Care Indonesia, Perintis UKM Literasi Triguna, Pengurus Generasi Madani Tasikmalaya Editor scout.id

Informasi Lainnya

Bendera Terpanjang Pecahkan MURI, Gubernur Khofifah Kobarkan Nasionalisme
Faviconic

Bendera Terpanjang Pecahkan MURI, Gubernur Khofifah Kobarkan Nasionalisme

by Alawi Muhammad
13 November 2022

Surabaya - Bendera merah putih sepanjang 3.219 meter hasil karya jahitan tim LP Ma'arif Kabupaten Mojokerto berhasil memecahkan Museum Rekor...

Read moreDetails
anugerah desa wisata indonesia 2021

7 Kategori Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dan Aspek Penilaiannya

3 Juli 2021
Resep Sambal Taichan yang Enak, Gurih Pedas Segar dan Praktis

Resep Sambal Taichan yang Enak, Gurih Pedas Segar dan Praktis

22 Juni 2021
harusnya indonesia bisa jadi tuan ruma olimpiade 2032

Indonesia Tunggu Voting Perebutan Tuan Rumah Olimpiade 2032

11 Juni 2021
tunas kelapa di internet

Makna Kiasan Tunas Kelapa sebagai Lambang Gerakan Pramuka

14 Agustus 2020
Satu Pramuka Satu Indonesia oleh Didi Kempot

Satu Pramuka Satu Indonesia oleh Didi Kempot

6 Mei 2020
keris pusaka indonesia

Kebudayaan Tosan Aji Menjadi Cikal Bakal Keris Senjata Pusaka Indonesia

19 November 2019
flyer edukasi ular sioux ular indonesia

Mantap! Ada Edukasi Ular Gratis di Festival Petualang Nusantara 2019

14 November 2019
festival petualang nusantara

Siap-siap, LareAngon Indonesia Akan Gelar Festival Petualang Nusantara 2019

12 November 2019
  • Ketahui Ukuran dan Panjang Tiang Bendera Merah Putih

    Ketahui Ukuran dan Panjang Tiang Bendera Merah Putih

    1093 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Seragam Pramuka Penggalang Putri Lengkap dan Terbaru

    19034 shares
    Share 7614 Tweet 4759
  • Seragam Pramuka Penegak dan Pandega Putri yang Lengkap

    3692 shares
    Share 1489 Tweet 918
  • Cara Menjadi Anggota Pramuka untuk Anak Usia 7-10 Tahun

    1125 shares
    Share 458 Tweet 278
  • Inilah Standar Seragam Pramuka Pembina Putra Terbaru

    6905 shares
    Share 2798 Tweet 1711
  • Tanda Kecakapan Umum Dalam Gerakan Pramuka

    1854 shares
    Share 742 Tweet 464
  • Pramuka Harus Tahu 5 Tips Memimpin Diskusi Ini

    1761 shares
    Share 704 Tweet 440
  • Tarian Tradisional Jawa Barat yang Unik, Bermakna dan Menghibur

    1299 shares
    Share 520 Tweet 325
  • Redaksi
  • Info Iklan
Call us: +62 816 627 811
media@scout.id

© 2015-2025 Scout.ID
PT Dexpert Corp Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta Kita
    • Berita Indonesia
    • World Scouts
    • Kwarnas
  • Scouts Face
    • Pembina Kita
    • Pramuka Pintar
    • Tokoh Pramuka
  • Artikel Pramuka
    • Daily Tips
    • Pictures
  • Pesona Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • Cakrawala
    • Faviconic
  • Agenda & Promosi
    • Promo & Jualan
    • Resensi
  • Redaksi Scout.ID
    • Tim Redaksi
    • Konten & Penulisan
    • Kebijakan Privasi
  • Scout.ID Store

© 2015-2025 Scout.ID
PT Dexpert Corp Indonesia