Jumat, 16 Januari 2026
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Login
  • Register
Scout.ID
Posting
  • Warta Kita
  • Jejak Pramuka
  • Scout Face
  • Pesona Indonesia
No Result
View All Result
Scout.ID
Posting
  • Warta Kita
  • Jejak Pramuka
  • Scout Face
  • Pesona Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
Scout.ID
No Result
View All Result
Home Artikel Catatan

Politik Praktis dalam Gerakan Pramuka: Menyelamatkan Pendidikan Karakter dari Jeratan Kekuasaan

Yamadipati by Yamadipati
1 Juni 2025
in Catatan
1.1k
A A
Politik Praktis dalam Gerakan Pramuka: Menyelamatkan Pendidikan Karakter dari Jeratan Kekuasaan

Musran di Aceh pada tahun 2023 (.Inet)

322
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gerakan Pramuka lahir sebagai benteng pendidikan karakter bangsa, bukan arena politik praktis. Namun, dinamika dalam tubuh Kwartir Nasional belakangan ini memperlihatkan gejala yang sangat mengkhawatirkan: pergeseran orientasi dari pembinaan generasi muda ke manuver kekuasaan yang penuh intrik dan aroma transaksional.

Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) yang digelar pada 1 Juni 2025 di Jakarta oleh Kwarnas menjadi bukti terbaru bahwa Pramuka sedang memasuki fase krisis identitas. Forum yang seharusnya menjadi ruang konsolidasi program dan evaluasi kinerja justru dibayangi oleh isu-isu politis, termasuk desas-desus penunjukan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman oleh Presiden Prabowo sebagai figur penyelamat Pramuka. Kekhawatiran terbesar bukanlah siapa yang memimpin, tetapi bagaimana seseorang bisa memimpin.

Pemilihan Ketua Kwarnas pada Munas 2023 di Banda Aceh menampilkan wajah buram demokrasi internal. Calon tunggal, tata tertib “disiapkan”, dan eliminasi kompetitor potensial menunjukkan bahwa proses tersebut lebih menyerupai kongres partai politik daripada musyawarah yang menjunjung tinggi nilai musyawarah mufakat.

Jika benar ada aliran dana dan manipulasi dukungan seperti yang disinyalir beberapa peserta, maka ini bukan hanya pelanggaran etika organisasi, tapi juga pengkhianatan terhadap Dasa Darma Pramuka. Bagaimana bisa kita mendidik anak-anak muda untuk jujur, bertanggung jawab, dan adil, bila elit pengurusnya justru mencontohkan sebaliknya?

Adalah benar bahwa Presiden Prabowo menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Nasional (Mabinas). Tetapi perlu ditegaskan: Mabinas bukanlah pelaksana harian organisasi. Fungsinya bersifat pembimbing dan pengarah moral, bukan eksekutor kekuasaan struktural. Penunjukan figur militer aktif maupun purnawirawan untuk memimpin Pramuka harus dilihat dalam kerangka pembenahan manajerial dan bukan kooptasi politik.

Jika tidak hati-hati, intervensi Mabinas bisa menimbulkan preseden buruk: bahwa kepemimpinan Pramuka dapat dibentuk lewat penunjukan politik, bukan proses organisasi yang sehat. Maka, transformasi yang dituntut oleh berbagai pihak, harus tetap berpijak pada prinsip otonomi gerakan. Kita tidak boleh menukar independensi Pramuka dengan stabilitas semu yang dibeli lewat intervensi elite politik.

Kritik terhadap Budi Waseso bukan tanpa dasar. Kealpaannya dalam pengelolaan organisasi, problem tata kelola unit usaha, dan memburuknya citra Kwarnas menjadi deretan alasan mengapa desakan Munas Luar Biasa menguat. Namun, mundurnya seorang ketua bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa peralihan kekuasaan tidak jatuh ke tangan baru yang hanya mengganti wajah, tapi melestarikan budaya kekuasaan yang sama.

Perlu ada reformasi menyeluruh: mulai dari peninjauan ulang mekanisme Munas, pembatasan masa jabatan, pembentukan badan etik independen, hingga transparansi keuangan unit usaha. Jika Gerakan Pramuka tidak segera melakukan otokritik dan peremajaan struktural, maka organisasi ini akan terjebak dalam pusaran yang menggerogoti cita-cita luhur pendidikan karakter.

Topik Terkait

184 Mahasiswa PGSD Bone FIP UNM Ikuti Kursus Pembina Pramuka

184 Mahasiswa PGSD Bone FIP UNM Ikuti Kursus Pembina Pramuka

30 Juli 2025
Peringatan Hari Pramuka ke-63

Ciamis Siap Meriahkan Hari Pramuka ke-63, Saksikan di YouTube

22 Oktober 2024
Kwarda Aceh Gelar Rapat Pleno Panitia Pelaksana Munas Gerakan Pramuka Tahun 2023

Absennya Kwarda Jatim di Munas XI 2023, Kegagalan Kwarnas dalam Membina Seluruh Kwarda di Indonesia

1 Desember 2023
Musyawarah Ranting

Melalui Musran, Pramuka Dua Boccoe Rumuskan Rencana Kerja Masa Bakti 2023-2026

15 Oktober 2023
Ilustrasi Kesalahan Berulang di Hari Pramuka

Kesalahan Berulang di Hari Pramuka

2 September 2023
Ilustrasi Kegiatan Raimuna Nasional

Tanggal Resmi Pelaksanaan Raimuna Nasional XII Tahun 2023

12 Juli 2023

Pramuka adalah milik kita. Milik anak-anak muda yang mencari jati diri, bukan milik para elite yang mengejar gengsi. Politik internal Pramuka seharusnya didasari semangat gotong royong, bukan perebutan kursi. Pemuda butuh panutan, bukan politisi yang menyamar jadi pembina.

Rakorsus 2025 harus menjadi titik balik. Entah Budi Waseso memilih legawa mundur, atau bertahan dalam resistensi yang memperdalam jurang perpecahan, satu hal harus digarisbawahi: Pramuka tidak boleh lagi dikorbankan demi ego kekuasaan.

Munas Luar Biasa adalah langkah awal, bukan akhir. Yang kita butuhkan adalah perubahan sistemik, bukan hanya perubahan figur. Karena yang sedang kita pertaruhkan bukan hanya masa depan organisasi, tetapi masa depan generasi muda Indonesia.

Semua berpijak pada niat baik, katanya. Untuk menyelamatkan organisasi. Tapi… bukankah Pramuka seharusnya jadi organisasi pendidikan yang independen? Kalau tiap kali ada masalah langsung diselesaikan lewat intervensi dari atas, apa kabar kaderisasi? Apa kabar otonomi organisasi?

Jangan sampai pesan moral yang tersisa di Pramuka cuma: Kalau mau jadi pemimpin, dekat-dekatlah ke elite kekuasaan. Jangan terlalu sibuk bikin program, nanti nggak sempat cari dukungan.

Yang paling miris dari semua ini adalah generasi muda Pramuka jadi penonton. Sementara orang-orang tua sibuk bertarung di balik meja rapat dan surat keputusan, anak-anak Pramuka di lapangan bingung harus belajar apa dari semua ini.

Bukankah seharusnya mereka belajar tentang kepemimpinan, pengabdian, dan integritas? Tapi yang mereka lihat justru: kekuasaan, drama, dan saling jegal.

Maka, pertanyaannya bukan lagi, siapa yang akan jadi ketua? Tapi, bagaimana cara kita membersihkan budaya politik praktis dari Pramuka?

Kalau mau Munas Luar Biasa, silakan. Tapi jangan cuma ganti orang. Ganti juga sistemnya. Buka ruang demokrasi yang sehat. Buat mekanisme pemilihan yang adil dan transparan. Libatkan semua unsur, terutama kader-kader muda yang selama ini cuma disuruh baris-berbaris tanpa pernah tahu siapa yang mengatur barisannya.

Karena Pramuka bukan milik satu orang, Pramuka adalah milik semua, terutama mereka yang hari ini masih mengenakan seragam coklat dengan penuh harapan, bukan kepentingan.

Yamadipati

Yamadipati

Pengamat Gerakan Pramuka Pengelola radio android IndoVWT Ch. 674 FGD Edukasi Pramuka Inisiator Jambore On The Air Digital

Informasi Lainnya

pramuka garuda bersatu
Catatan

Pramuka Garuda: Kemaruk Kebanggaan Semu

by Yamadipati
17 Mei 2025

Apa bedanya dengan ijazah palsu? Atau gelar akademik yang dibeli? Anak-anak kita sedang kita biasakan untuk percaya bahwa simbol bisa...

Read moreDetails
Pelantikan Calon Penggalang Cetak Generasi Muda Berjiwa Kepemimpinan

Pelantikan Calon Penggalang Cetak Generasi Muda Berjiwa Kepemimpinan

22 Oktober 2024
Tahun Baru Hijriah 1446

Refleksi Tahun Baru Islam, Adryan Risady Ajak Generasi Muda Tingkatkan Kapasitas Diri

22 Oktober 2024
scouting 5.0

Scouting 5.0

22 Oktober 2024
petualangan pramuka

Serunya Berpetualang di Dunia Pramuka!

22 Oktober 2024
Muji: Tahun Baru Islam Momen untuk Tingkatkan Kualitas Hidup

Muji: Tahun Baru Islam Momen untuk Tingkatkan Kualitas Hidup

22 Oktober 2024
Pancasila Sebagai Landasan Hukum Negara Indonesia

Pancasila: Landasan Hukum Indonesia yang Menginspirasi

22 Oktober 2024
Sejarah Hukum di Indonesia

Menggali Sejarah Hukum Indonesia: Dari Kemerdekaan hingga Kini

22 Oktober 2024
Jurit Malam

Jurit Malam Tidak Boleh untuk Anak-anak di Bawah 13 Tahun

22 Oktober 2024
  • pesta siaga pramuka

    Aturan dan Tanda Pengenal pada Seragam Pramuka Siaga Putra yang Benar

    4360 shares
    Share 1745 Tweet 1090
  • Ketahui Ukuran dan Panjang Tiang Bendera Merah Putih

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Seragam Pramuka Penggalang Putri Lengkap dan Terbaru

    18813 shares
    Share 7525 Tweet 4703
  • Tanda Kecakapan Umum Dalam Gerakan Pramuka

    1759 shares
    Share 704 Tweet 440
  • Seragam Pramuka Siaga Putri Terkini dan Terlengkap

    6198 shares
    Share 2479 Tweet 1550
  • Tarian Tradisional Jawa Barat yang Unik, Bermakna dan Menghibur

    1198 shares
    Share 479 Tweet 300
  • Aturan Lengkap Seragam Pramuka untuk Pembina Putri

    12765 shares
    Share 5149 Tweet 3173
  • Inilah Standar Seragam Pramuka Pembina Putra Terbaru

    6812 shares
    Share 2761 Tweet 1688
  • Redaksi
  • Info Iklan
Call us: +62 816 627 811
media@scout.id

© 2015-2025 Scout.ID
PT Dexpert Corp Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta Kita
    • Berita Indonesia
    • World Scouts
    • Kwarnas
  • Scouts Face
    • Pembina Kita
    • Pramuka Pintar
    • Tokoh Pramuka
  • Artikel Pramuka
    • Daily Tips
    • Pictures
  • Pesona Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • Cakrawala
    • Faviconic
  • Agenda & Promosi
    • Promo & Jualan
    • Resensi
  • Redaksi Scout.ID
    • Tim Redaksi
    • Konten & Penulisan
    • Kebijakan Privasi
  • Scout.ID Store

© 2015-2025 Scout.ID
PT Dexpert Corp Indonesia