Setiap persimpangan di gunung bukan hanya pilihan arah, tapi juga cermin kesiapan jiwa.
Kandang Badak, terletak di ketinggian ±2.393 mdpl, adalah titik pertemuan utama di jalur pendakian Gunung Gede via Cibodas. Untuk mencapainya, pendaki menempuh waktu sekitar satu jam dari Kandang Batu melalui jalur yang lebih terjal dan licin, terutama saat musim hujan.
Setibanya di Kandang Badak, pendaki dihadapkan pada dua opsi: jalur ke kiri menuju puncak Gunung Gede (±1,5–2 jam) atau jalur ke kanan menuju puncak Pangrango (±3–3,5 jam). Kedua jalur ini sama-sama curam dan menantang, namun puncak Pangrango lebih jarang dikunjungi karena aksesnya lebih berat.
Di area Kandang Badak, terdapat areal berkemah luas yang sering dimanfaatkan untuk bermalam sebelum summit attack dini hari. Tempat ini juga dikenal memiliki sumber air melimpah, sehingga sangat ideal untuk isi ulang logistik sebelum melanjutkan pendakian.
“Dulu terdapat bangunan panggung dari kayu, tapi kini diganti batu. Sayangnya, kurang terawat,” tulis Harley Bayu Sastha. Meski demikian, tempat ini tetap menjadi favorit karena strategis dan aman untuk rehat panjang.
Dari titik ini pula, pendaki bisa melanjutkan ke Alun-alun Suryakencana—padang edelweiss legendaris di jalur Gunung Gede. Sementara itu, Alun-alun Mandalawangi, tujuan pendaki Gunung Pangrango, menawarkan ketenangan yang lebih tersembunyi dan alami.
Kandang Badak bukan hanya titik teknis dalam pendakian, tapi juga batas fisik dan mental sebelum menaklukkan puncak. Di sinilah pendaki menguji kesiapan terakhir mereka—antara melanjutkan atau menunggu saat yang tepat.












