Di tengah lelah langkah, alam selalu punya cara memberi ketenangan.
Langkah pertama dari jalur pendakian Cibodas akan membawa Anda menuju Pos Telaga Biru, yang berada pada ketinggian sekitar 1.575 mdpl. Jalur menuju pos ini cukup lebar dan nyaman, dengan beberapa bagian sudah ditata rapi menggunakan batu dan beton, menjadikannya aman untuk pendaki pemula.
Perjalanan dari pos informasi menuju Telaga Biru memakan waktu kurang dari satu jam. Di sisi kiri jalur, Anda akan menjumpai danau kecil yang tenang dan memikat, dengan air berwarna biru kehijauan—itulah Telaga Biru, sebuah spot istirahat yang cocok untuk mengatur napas dan menikmati suasana hutan tropis.
“Pada musim hujan, airnya terlihat biru cerah, tetapi di musim kemarau akan berubah kecokelatan,” ungkap Harley Bayu Sastha dalam deskripsi detailnya. Warna telaga dipengaruhi oleh keberadaan alga dan tanaman air lainnya.
Di dekat telaga juga terdapat bangunan pos peristirahatan beratap, tempat pendaki bisa berteduh dan bercengkerama. Tempat ini menjadi titik awal yang menenangkan sebelum mendaki lebih jauh ke pos-pos berikutnya seperti Panyangcangan, Kandang Batu, hingga Kandang Badak.
Menurut sumber sejarah pendakian, telaga ini terbentuk pada tahun 1968 akibat pembendungan aliran air oleh Bapak Kliwon, kepala Kebun Raya Cibodas kala itu. Kini, Telaga Biru bukan hanya tempat transit, tetapi juga simbol harmoninya rekreasi dan konservasi.
Bagi pendaki pemula, Telaga Biru adalah titik istirahat yang menyenangkan dan memberi gambaran keindahan yang menanti di ketinggian selanjutnya.












